SEARCH :
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Mining Contracting

Perseroan menjalankan usaha jasa kontraktor penambangan melalui anak perusahaannya, PT Pamapersada Nusantara (Pama), yang memiliki pangsa pasar pendapatan terbesar di Indonesia, mencapai 41%. Pelanggan Pama saat ini terdiri dari sejumlah operator tambang terkemuka diIndonesia, seperti PT Adaro Indonesia, PT Indominco Mandiri dan PT Kaltim Prima Coal (KPC).

Pada tahun 2007, Pama memproduksi batu bara sebesar 54,3 juta ton, serta melakukan pekerjaan pemindahan tanah sebesar 354,0 juta bcm, atau masing-masing meningkat sebesar 28% dan 4% dibandingkan kinerjanya pada tahun 2006 yang mencapai 42,5 juta ton dan 339,5 juta bcm.

Mining Contracting

Peningkatan tersebut diakibatkan oleh melonjaknya permintaan batu bara di pasar dunia, yang mendorong naiknya harga batu bara mencapai US$90,45 per ton. Tingginya harga batu bara ini memacu para operator tambang batu bara di Indonesia untuk meningkatkan produksi mereka serta merangsang semakin banyak investor untuk terjun ke sektor ini. Selain dari pelanggan-pelanggan lama, Pama juga berhasil endapatkan kontrak penambangan dengan PT Trubaindo Coal Mining, untuk periode 4 tahun dan dapat diperpanjang, dengan target produksi batu bara 2-3 juta ton per tahun pada tahun pertama dan kedua, untuk kemudian secara bertahap ditingkatkan menjadi 5 juta ton per tahun.

Pada bulan April 2007, Pama mengakuisisi PT Dasa Eka Jasatama (DEJ), sebuah konsesi tambang batu bara yang berlokasi di Rantau, Kalimantan Selatan, dan berhasil membukukan volume penjualan batu bara hingga sebesar 3,6 juta ton pada akhir tahun. Dengan mengikutsertakan pendapatan DEJ, Pama mencatat pendapatan bersih sebesar Rp9,5 triliun, yang terdiri atas Rp7,9 triliun sebagai hasil usaha kontrak penambangan, dan Rp1,6 triliun sebagai hasil penjualan batu bara DEJ.

Sejalan dengan peningkatan kegiatan penambangan, Pama telah meningkatkan armada alat beratnya dari 1.199 unit pada tahun 2006 menjadi 1.324 unit di tahun 2007. Jenis alat berat yang dioperasikan pada tahun 2007 lalu di antaranya terdiri dari 118 unit bulldozer, 156 unit excavator/shovel, 780 unit dump truck dan 115 unit prime mover.

Untuk meningkatkan kompetensi dan prestasinya sebagai pemimpin pasar di lingkup kontrak penambangan di Indonesia, Pama melakukan serangkaian langkah strategis dan taktis guna mendukung operasinya di lapangan. Sebagai contoh, Pama mendirikan unit assembling dan comissioning di lokasi proyek milik KPC untuk mendukung operasional excavator terbesar dengan kapasitas bucket 29 kubik meter. Pama juga melakukan program perekrutan dan pelatihan tenaga-tenaga mekanik dan operator baru dengan tujuan menjamin tingkat produktivitas yang tinggi dan efisien dengan tingkat kecelakaan kerja nihil.

Pada bulan September 2007 Pama menjalankan langkah inisiatif guna memperkuat posisi keuangannya, melalui penandatanganan fasilitas pinjaman sindikasi sebesar US$425 juta dari 23 sindikasi bank. Pinjaman tersebut terdiri atas US$290 juta fasilitas term-loan dan US$135 juta fasilitas revolving. Selain untuk mendanai pengadaan alat-alat baru yang dibutuhkan, pinjaman tersebut juga dimaksudkan untuk melunasi fasilitas pinjaman sebelumnya yang telah jatuh tempo. Tingkat suku bunga yang rendah pada pinjaman baru ini sangat meringankan biaya pendanaan Pama dan memudahkan rencana ekspansinya di masa mendatang.

Atas kepemimpinan dan prestasinya selama ini, Presiden Direktur Pama, Sudiarso Prasetio, memperoleh penghargaan sebagai salah satu penerima Raja Ida Tjokorda Denpasar IX Awards 2007. Kinerja Pama juga memperoleh pengakuan dalam bentuk Investment Award 2007 untuk kategori perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berskala besar.



 
  © 2009 PT United Tractors Tbk | Allright Reserved