|
1972 |
|
PT United Tractors (UT) didirikan tanggal 31 Oktober 1972.
|
|
1973 |
|
UT ditunjuk sebagai distributor tunggal peralatan berat Komatsu, Sumitomo Link Belt dan Tadano Crane.
|
|
1974 |
|
UT menjadi distributor tunggal vibratory roller Bomag dan forklift Komatsu.
|
|
1982 |
|
PT Komatsu Indonesia (KI) didirikan sebagai produsen dan perakit Komatsu Heavy Equipment dan pengolahan komponen, terletak di PPI UT, Cakung. Dengan memanfaatkan teknologi Komatsu Ltd. Japan, KI memproduksi buldoser, ekskavator hidraulik, motor grader, mesin pemuat dan komponen peralatan berat lain untuk diekspor ke Jepang. Divisi Peralatan Konstruksi, Divisi Penuangan Besi & Pabrik Fabrikasi Rangka dan Pabrik Perakitan KI kini berada di Jalan Raya Cakung, Cilincing.
|
|
1983 |
|
PT United Tractors Pandu Engineering (UTE) didirikan sebagai produsen truk forklift, peralatan transportasi dan yang terkait. UTE memproduksi produk-produk berlisensi seperti forklift Komatsu, traktor pertanian John Deere, pabrik pengolahan aspal Niigata dan produknya sendiri seperti forklift Patria dan banyak lagi lainnya. UTE yang bertempat di Pusat Pengembangan Industri UT telah mendirikan pabrik fabrikasi di beberapa lokasi.
|
|
1984 |
|
PT Pandu Dayatama Patria (PDP) didirikan sebagai produsen dan perakit komponen mesin dan hidraulik dan berlokasi di PPI UT, Cakung. PDP memproduksi peralatan seperti mesin diesel Komatsu dan Nissan, set generator Patria dan mesin mobil untuk Peugeot, BMW dan juga produksi peralatan hidraulik.
|
|
1989 |
|
UT go public sebagai PT United Tractors Tbk dan mendaftarkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada 17 September 1989. Dengan total saham terdaftar sebanyak 1.430.600.000, 50,05% saham UT kini dikuasai publik dan 49,95% dimiliki PT Astra International Tbk. Di tahun yang sama, PT Pamapersada Nusantara (Pama) didirikan sebagai kontraktor pertambangan di permukaan.
|
|
1990 |
|
UT membeli 60% saham PT Berau Coal (Berau) yang mendapat hak khusus untuk mengoperasikan tambang batu bara di Berau, Kalimantan Timur. Pertambangannya terletak di Lati dan Binungan.
|
|
1991 |
|
UT meraup Rp. 115 miliar melalui penawaran terbatas 11.500.000 saham dengan harga Rp. 10.000, di saat yang sama menaikkan jumlah saham dari 23.000.000 menjadi 34.500.000.
|
|
1992 |
|
PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) didirikan dan terletak di Gresik, Jawa Timur. Perusahaan ini merupakan bentuk kerja sama antara UT dan PT Semen Gresik.
|
|
1993 |
|
Sunray Pte.Ltd. didirikan di Singapura untuk mengatur layanan ekspor dan impor.
|
|
1994 |
|
Bonus saham 3:1, meningkatkan jumlah total saham menjadi 138.000.000.
|
|
1995 |
|
KKI go public dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya. Di tahun yang sama, UT Heavy Industry Pte. Ltd. didirikan di Singapura sebagai distributor peralatan berat dan forklift Patria, yang dirancang dan diproduksi oleh UTE, menerima sertifikat ISO 9002.
|
|
1996 |
|
Patria, merek UTE, menerima Certificate of Confirmity (CE) di Eropa dan Certificate of Safety (GS) di Jerman. Di tahun yang sama, United Ostermeyer Engineering Pte. Ltd. didirikan di Darwin, Australia sebagai perusahaan paten.
|
|
1997 |
|
Komatsu Remanufacturing Asia (KRA) didirikan di Balikpapan, 51% dimiliki UT dan 49% dimiliki Komatsu Asia Pacific Pte.Ltd., Singapura. KRA berperan memeriksa dan memperbarui peralatan berat Komatsu. Di tahun yang sama, Pama Indo Mining, kontraktor pertambangan untuk produsen semen, didirikan di Batu Licin, Kalimantan Selatan dan dimiliki Pama dan PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk.
|
|
2000 |
|
Bonus saham 5:1, penerapan pemisahan saham dan Employee Stock Option Plan. Di tahun yang sama, restrukturisasi utang UT Group, terdiri dari Berau Coal, UTE, Pama dan PDP, mencapai kesepakatan dan jumlah total US$ 278,5 juta dan Rp 147 miliar ditandatangani.
|
|
2001 |
|
Berau Coal membuka situs pertambangan baru di Sambarata, Kalimantan Timur, dengan tingkat ketersediaan 90 juta ton yang sudah terbukti. Di tahun yang sama, UTE meraih penghargaan sebagai pemasok pilihan General Electric, AS dan diakui sebagai perusahaan tingkat hijau oleh Toyota Machinery, AS. <
|
|
2002 |
|
UT mengalihkan 39% kepemilikan Berau Coal kepada UT Heavy Industry (S) Pte. Ltd.
|
|
2004 |
|
Penandatanganan Kesepakatan Kreditor terkait Restrukturisasi Utang UT, diikuti dengan Penawaran Saham Terbatas (Rights Issue) dan pembelian kembali utang Perusahaan. Di tahun yang sama, UT melepaskan seluruh kepemilikan Berau Coal dan Pandu Dayatama Patria, serta melepaskan sebagian kepemilikannya di Komatsu Indonesia sehingga turun ke 5%. Pembelian kembali utang dan pelepasan aset memungkinkan UT memperkuat landasan fundamentalnya serta mampu mendistribusikan dividen tunai untuk pertama kalinya sejak krisis moneter. Di tahun ini pula UT secara resmi dinobatkan sebagai distributor baru peralatan perhutanan Valmet serta truk dan bus Scania.
|
|
2007 |
|
Perseroan melalui salah satu anak perusahaannya yaitu Pama mengakuisisi PT Dasa Eka Jasatama (DEJ). Sebagai konsesi pertambangan batu bara di daerah Rantau, Kalimantan, Selatan, DEJ memiliki lahan seluas 12.500 hektar.
|
|
2008 |
|
UT kembali menawarkan sahamnya pada Penawaran Umum Terbatas III. Kini jumlah saham perseroan yang beredar tercatat sebesar 3.326.877.283 lembar saham dan dana yang diperoleh perseroan dari PUT III mencapai Rp 3,6 triliun. Selain itu, perseroan juga mengakuisisi kepemilikan saham di PT Tuah Turangga Agung (TTA), dengan kpemilikan saham 93,33%. Dimana jumlah saham yang efektif mencapai 70%.
|