SEARCH :
 
 
 
 
 
Social Responsibility

Kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat

Perseroan menyadari bahwa keberhasilan usaha tidak hanya semata-mata ditentukan oleh pencapaian finansial, tetapi juga kemanfaatannya bagi masyarakat, khususnya di lingkungan operasional perusahaan dan masyarakat sekitarnya. Sejalan dengan hal tersebut, di dalam upaya menegakkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), Perseroan terus meningkatkan kualitas penerapan programprogram tanggung jawab sosialnya (Corporate Social Responsibility/CSR).

Sepanjang tahun 2007, Perseroan beserta seluruh anak perusahaannya terus melaksanakan serangkaian peran dan partisipasi aktif yang relevan terhadap kepentingan masyarakat di sekitar lingkungan operasionalnya. Pendekatan holistik terhadap pengembangan kesejahteraan masyarakat tidak hanya berwujud bantuan sesaat yang bersifat insidental, namun mencakup harkat hidup yang lebih luas. Program CSR meliputi program kesehatan, pendidikan, peningkatan kompetensi, pengelolaan lingkungan dan program lain-lain dengan biaya total sebesar Rp6,9 miliar, atau naik 13% dari dana Rp6,1 miliar pada tahun 2006.

Perseroan menilai upaya ini sebagai investasi sosial, sesuai dengan perannya sebagai perusahaan publik dan lembaga usaha yang bertanggung-jawab. Pola kegiatan CSR tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menunjang terciptanya suasana kondusif bagi pengembangan usaha yang berkelanjutan di masa depan.

Peranan environment, health dan safety (EHS) serta social responsibility (SR) dalam operasi perusahaan adalah sangat penting. Selain tuntutan yang terjadi karena perkembangan pasar global yang semakin mengedepankan aspek ini, kesadaran dari Perseroan dan tuntutan dari pelanggan juga menjadi hal yang utama. Dalam beberapa titik operasi, terjadinya kecelakaan kerja bukan saja menimbulkan kerugian, namun dapat menyebabkan terhentinya operasional perusahaan baik dikarenakan regulasi yang berlaku maupun kewajiban melakukan investigasi untuk mencari penyebab dasar dan langkah perbaikan yang harus dilakukan agar tidak terjadi kejadian yang berulang atau yang lebih parah. Gejolak sosial di masyarakat atau karyawan akibat ketidakpuasan terhadap Perseroan juga bisa menjadi pemicu terjadinya gangguan operasi. Oleh karena itu, maka program-program EHS & SR menjadi penting.

Nilai-nilai Dasar

Sebagai landasan dari kegiatan perusahaan di bidang EHS dan SR, Perseroan menjalankan filosofi yang diturunkan oleh Astra, yaitu Sejahtera Bersama Bangsa. Dalam hal ini dikenal falsafah yang diturunkan oleh pendiri perusahaan yang dikenal dengan sebutan Catur Dharma.
 
1. Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara.
2. Memberikan Pelayanan Terbaik kepada Pelanggan.\
3. Menghargai Individu dan Membina Kerjasama.
4. Senantiasa Berusaha Mencapai yang Terbaik.

Dalam misi Perseroan, secara jelas dinyatakan bahwa Perseroan harus menjadi perusahaan yang menghasilkan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan melalui tiga aspek berimbang dalam hal ekonomi, sosial dan lingkungan. Sejak tahun 2001, Perseroan terus mengembangkan kegiatan dalam hal pengembangan masyarakat (community development). Perseroan juga menerapkan prinsip Triple Bottom Line yang mengedepankan keselarasaan aspek ekonomi, aspek lingkungan dan aspek sosial.

Kebijakan Environment, Health, Safety, Social Responsibility dan Security
Seluruh instalasi di Grup Perseroan, seperti halnya perusahaan-perusahaan di bawah Grup Astra, disyaratkan untuk menerapkan Astra Green Company (AGC) secara konsisten. Dalam penerapannya, setiap instalasi menjalankan AGC berdasarkan kategori yang sesuai dengan jenis kegiatan operasionalnya, dimana dalam hal ini perusahaan yang ada di Grup Perseroan termasuk dalam kategori manufaktur, pertambangan, perkantoran dan penjualan alat berat.

Untuk menjamin implementasi sistem manajemen AGC secara efektif di setiap instalasi, maka dilakukan asesmen secara berkala. Asesmen dilakukan baik secara mandiri (self-assesment), lintas perusahaan dalam grup (cross-assesment), maupun oleh pihak ketiga seperti yang dilakukan oleh Astra sebagai holding company. Selanjutnya hasil akhir asesmen dilaporkan kepada manajemen sebagai bagian dari penilaian kinerja perusahaan. Peringkat pencapaian status AGC dinyatakan dengan warna, mulai dari yang tertinggi sampai yang terendah: “Emas”, “Hijau”, “Biru”, “Merah” dan “Hitam”. Manajemen telah menggariskan kebijakan bahwa untuk mencapai pelaksanaan yang terbaik di cabang, site maupun anak perusahaan harus menjalankan empat hal, yang mencakup pembentukan organisasi pelaksana, penyiapan infrastruktur, penunjukkan pimpinan tertinggi sebagai motor penggerak, serta komunikasi dan networking dengan seluruh pemangku kepentingan.

Target Kinerja Environment, Health and Safety
Untuk penerapan di lapangan, setiap instalasi diwajibkan mencapai peringkat AGC minimum “Hijau”, sekaligus mencapai nihil kecelakaan kerja (zero accident) serta memanfaatkan sumber daya alam secara efektif sehingga lebih rendah 5% setiap tahunnya.
 
Target Kinerja Social Responsibility
 Standar yang ketat juga diberlakukan untuk bidang CSR, dimana setiap instalasi ditargetkan mencapai peringkat Astra Friendly Company (AFC) minimum “Bintang Tiga” mencapai zero complaint dari pemangku kepentingan, serta melakukan identifikasi kebutuhan sosial masyarakat di sekitar perusahaan. Sedangkan untuk bidang keamanan, setiap instalasi dituntut mencapai peringkat Security Management System (SMS) minimum “Biru”.
 
 
 
  © 2009 PT United Tractors Tbk | Allright Reserved