Laba Bersih United Tractors Semester Pertama Tahun 2014 Sebesar Rp 3,28 triliun

Kamis, 24 Juli 2014

PT United Tractors Tbk (”UT”) pada hari ini mengumumkan bahwa kinerja UT sepanjang semester pertama tahun 2014 menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun 2013.

Pendapatan bersih UT per Juni 2014 mencapai Rp27,53 triliun, naik 11% dibandingkan periode yang sama tahun 2013 sebesar Rp24,90 triliun. Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar adalah salah satu faktor utama yang memberikan kontribusi positif, sehingga laba kotor Perseroan meningkat sebesar 34%, sedangkan laba bersih meningkat sebesar 42% mencapai Rp3,28 triliun dari Rp2,31 triliun.

Segmen usaha Mesin Konstruksi
Pendapatan bersih segmen usaha Mesin Konstruksi turun 1% menjadi Rp8,44 triliun, disebabkan oleh penurunan penjualan alat berat Komatsu sebesar 10%, dari 2.452 unit menjadi 2.207 unit. Sementara itu, pendapatan dari penjualan suku cadang dan layanan purna jual meningkat sebesar 15% mencapai Rp 2,88 triliun.

Penurunan penjualan alat berat terutama karena berkurangnya permintaan alat berat dari sektor pertambangan dan perkebunan. Dari total penjualan alat berat Komatsu, sebanyak 36% diserap sektor pertambangan, 28% diserap sektor konstruksi, 22% diserap sektor perkebunan, dan sisanya sebesar 14% diserap sektor kehutanan. Di tengah persaingan yang semakin ketat, Komatsu mempertahankan posisi sebagai market leader alat berat, dengan pangsa pasar domestik sebesar 40% (berdasarkan riset pasar internal). Dari produk-produk pendukung, volume penjualan UD Trucks mengalami penurunan dari 287 unit menjadi 94 unit, sedangkan truk Scania juga mengalami penurunan dari 263 unit menjadi 242 unit.

Segmen usaha Kontraktor Penambangan
PT Pamapersada Nusantara (Pama), anak usaha UT di bidang Kontraktor Penambangan batu bara membukukan peningkatan pendapatan sebesar 12% atau mencapai Rp16,20 triliun, dan memberikan kontribusi sebesar 59% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian. Volume produksi batu bara meningkat dari 50,1 juta ton menjadi 59,9 juta ton sementara pemindahan tanah (overburden removal) mengalami penurunan menjadi 401,3 juta bcm dari 415,6 juta bcm.

Segmen usaha Pertambangan
Anak perusahaan UT di bidang pertambangan dijalankan oleh PT Prima Multi Mineral, PT Tuah Turangga Agung, serta dua konsesi tambang baru yaitu PT Asmin Bara Bronang dan PT Duta Nurcahya. Penjualan batu bara selama semester pertama tahun 2014 dari total keempat konsesi tambang tersebut meningkat sebesar 51% mencapai 3,43 juta ton. Sejalan dengan peningkatan volume penjualan batu bara, pendapatan unit usaha Pertambangan mencatat peningkatan sebesar 46% menjadi Rp2,89 triliun dan memberikan kontribusi sebesar 10% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian.

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan menghubungi:

Vice President Director
: Gidion Hasan

Corporate Secretary
: Sara Loebis

Email
: ir@unitedtractors.com

Address
: Jl. Raya Bekasi Km.22 Cakung, Jakarta Timur 1310

Phone
: (62-21) 24579999, Fax: (62-21) 4600655

Permata Quick Cash Express Memberikan Kemudahan Dalam Bertransaksi Suku Cadang

Kamis, 26 Juni 2014

“ Banyak keunggulan PQC Express yang dapat langsung dirasakan oleh pelanggan mulai dari pinjaman modal kerja hingga Rp 250 juta yang diperoleh tanpa jaminan atau agunan, jatuh tempo pembayaran berkisar antara 30 – 45 hari, bebas biaya provisi dan administrasi”.

TBerlatar belakang hal tersebut UT memberikan solusi untuk pelanggannya agar usaha yang dimiliki terus berjalan bahkan berkembang lebih besar lagi. Solusi ini berupa kerja sama dengan salah satu bank terkemuka di Indonesia yaitu Permata Bank, berupa sebuah program finansial yaitu Permata Quick Cash (PQC) Express.

Banyak keunggulan PQC Express yang dapat langsung dirasakan oleh pelanggan mulai dari pinjaman modal kerja hingga Rp 250 juta yang diperoleh tanpa jaminan atau agunan, jatuh tempo pembayaran berkisar antara 30 – 45 hari, bebas biaya provisi dan administrasi, dan pelanggan tidak perlu melampirkan rekening koran sebagai syarat pendaftaran.

Selain itu, banyak promo yang ditawarkan program ini seperti potongan harga hingga 30 % untuk setiap pembelian suku cadang, fasilitas minimum pembayaran 10% dari jumlah transaksi, dapat dilakukan pada seluruh outlet cabang, site, dan perwakilan UT di Indonesia, dan pembayaran dapat dilakukan di seluruh bank di Indonesia melalui ATM, mobile banking dan internet banking.

Untuk mendapatkan fasilitas PQC Express, pelanggan hanya perlu melakukan pendaftaran dengan mengisi formulir aplikasi dan melengkapi persyaratan yang diajukan oleh UT. Setelah proses validasi selesai, pelanggan dapat langsung menikmati manfaat PQC Express.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program ini, pelanggan dapat menghubungi UT Call, layanan 24 jam, kapanpun dan dimanapun pelanggan berada melalui nomor 500 – 072.

United Tractors Membagikan Dividen Tunai untuk Tahun Buku 2013 Sebesar Rp 1,92 Triliun atau Rp 515 per Saham

Selasa, 22 April 2014

JAKARTA: Pada hari Selasa, 22 April 2014, PT United Tractors Tbk (“Perseroan”) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) bertempat di Hotel JW Marriott, Jakarta.

RUPST tersebut telah mengambil keputusan-keputusan secara ringkas sebagai berikut:

  1. Menyetujui dan menerima baik Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku 2013, mengesahkan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan, dan mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2013, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana & Rekan (PricewaterhouseCoopers), sebagaimana ternyata dalam laporan tanggal 21 Februari 2014, dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material.
  2. Menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan yang mencapai Rp4,83 triliun dengan rincian sebagai berikut:
    • dibagikan sebagai dividen tunai sebesar Rp1,92 triliun atau Rp515,- setiap saham (termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp175,- setiap saham), atau sebesar kurang lebih 40% dari laba bersih Perseroan.   Dividen interim telah dibayarkan pada tanggal 23 Oktober 2013, sedangkan sisanya sebesar Rp340,- setiap saham akan dibayarkan pada tanggal 5 Juni 2014.
    • sisanya dibukukan sebagai laba ditahan.
  3. Menyetujui penetapan gaji dan/ atau tunjangan Direksi Perseroan serta honorarium dan/ atau tunjangan Dewan Komisaris Perseroan untuk masa jabatan 2014-2015.
  4. Memberikan wewenang kepada Direksi dengan memperhatikan pendapat dari Dewan Komisaris Perseroan untuk menunjuk salah satu kantor akuntan publik di Indonesia yang terafiliasi dengan salah satu dari empat besar kantor akuntan publik internasional yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, untuk mengaudit laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014.

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan menghubungi:

Vice President Director
: Gidion Hasan

Corporate Secretary
: Sara Loebis

Email
: ir@unitedtractors.com

Address
: Jl. Raya Bekasi Km.22 Cakung, Jakarta Timur 1310

Phone
: (62-21) 24579999, Fax: (62-21) 4600655

Pendapatan Bersih United Tractors Tahun 2013 Sebesar Rp 51,01 triliun

Kamis, 27 Februari 2014

PT United Tractors Tbk (”UT”) pada hari ini menyampaikan kinerja UT sepanjang tahun 2013 yang secara umum menggambarkan adanya dinamika, dimana kinerja unit usaha Mesin Konstruksi dan Pertambangan mengalami penurunan, sementara kinerja unit usaha Kontraktor Penambangan mencatat adanya peningkatan.

Pendapatan bersih UT pada tahun 2013 mencapai Rp 51,01 triliun, turun 9% dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 55,95 triliun, sementara laba bersih turun sebesar 16% dari Rp 5,78 triliun menjadi Rp 4,83 triliun.

Segmen usaha Mesin Konstruksi
Pendapatan bersih segmen usaha Mesin Konstruksi turun 29% menjadi Rp 15,64 triliun dan memberikan kontribusi sebesar 31% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian. Berkurangnya permintaan alat berat khususnya di sektor pertambangan dan perkebunan akibat penurunan aktivitas di sektor terkait berdampak pada total penjualan alat berat Komatsu sepanjang tahun 2013 turun sebesar 32%, dari 6.202 unit pada tahun 2012 menjadi 4.203 unit.

Dari total penjualan alat berat Komatsu, sebanyak 43% diserap sektor pertambangan, 26% diserap sektor perkebunan, 23% diserap sektor konstruksi, dan sisanya sebesar 8% diserap sektor kehutanan. Di tengah persaingan yang semakin ketat, Komatsu mempertahankan posisi sebagai market leader alat berat, dengan pangsa pasar sebesar 41% (berdasarkan riset pasar internal).

Seiring dengan penurunan penjualan alat berat, penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat juga mengalami penurunan sebesar 6% menjadi Rp 5,52 triliun. Sementara penjualan produk merek lainnya yaitu UD Trucks mengalami penurunan dari 414 unit menjadi 365 unit, sedangkan truk Scania meningkat dari 363 unit menjadi 445 unit.

Segmen usaha Kontraktor Penambangan
PT Pamapersada Nusantara (Pama), anak usaha UT di bidang Kontraktor Penambangan membukukan peningkatan pendapatan sebesar 13% atau mencapai Rp 31,55 triliun, dan memberikan kontribusi sebesar 62% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian. Volume produksi batu bara meningkat dari 94,4 juta ton menjadi 105,1 juta ton sementara pemindahan tanah (overburden removal) mengalami penurunan menjadi 844,9 juta bcm dari 855,5 juta bcm.

Segmen usaha Pertambangan
Anak perusahaan UT di bidang pertambangan dijalankan oleh PT Prima Multi Mineral, PT Tuah Turangga Agung, serta beberapa konsesi tambang baru diantaranya adalah PT Asmin Bara Bronang dan PT Duta Nurcahya yang telah memulai produksi secara komersial sejak triwulan keempat tahun 2013. Dari total keempat konsesi tambang tersebut, penjualan batu bara selama tahun 2013 mencapai 4,18 juta ton atau turun sebesar 26% dari volume penjualan batu bara tahun lalu sebesar 5,63 juta ton. Akibat penurunan rata-rata harga jual batu bara, pendapatan unit usaha Pertambangan mencatat penurunan sebesar 34% menjadi Rp 3,81 triliun dan memberikan kontribusi sebesar 7% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian.