United Tractors Membukukan Laba Bersih Tahun 2018 Sebesar Rp 11,1 triliun

PT United Tractors Tbk (”Perseroan”) pada hari ini mengumumkan Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun buku 2018. Dalam laporan keuangan tersebut Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp84,6 triliun atau meningkat sebesar 31% dibandingkan Rp64,6 triliun pada tahun 2017. Peningkatan pendapatan bersih ini disebabkan oleh peningkatan kinerja operasional yang lebih baik dari seluruh lini bisnis milik Perseroan. Masingmasing unit usaha, yaitu: Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan, Pertambangan, dan Industri Konstruksi secara berturut-turut memberikan kontribusi sebesar 35%, 48%, 13% dan 4% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian. Sejalan dengan peningkatan kinerja operasional disertai dengan marjin pendapatan yang lebih baik, Perseroan membukukan laba bersih sepanjang tahun 2018 mencapai Rp11,1 triliun atau meningkat sebesar 50% jika dibandingkan dengan laba bersih pada tahun 2017 sebesar Rp7,4 triliun.

United Tractors Membukukan Laba Bersih Triwulan Pertama Tahun 2019 Sebesar Rp 3,1 Triliun

Rabu, 24 April 2019

PT United Tractors Tbk (”Perseroan”) pada hari ini mengumumkan Laporan Keuangan Konsolidasian triwulan pertama untuk tahun buku 2019. Dalam laporan keuangan tersebut Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp22,6 triliun atau meningkat sebesar 19% dibandingkan Rp19,0 triliun pada triwulan pertama tahun lalu. Sejalan dengan peningkatan pendapatan bersih, Perseroan membukukan laba bersih sampai dengan bulan Maret 2019 mencapai Rp3,1 triliun atau meningkat sebesar 21% jika dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp2,5 triliun. Pertumbuhan laba bersih tersebut didorong oleh kinerja yang lebih baik dari lini bisnis Kontraktor Penambangan dan adanya kontribusi baru dari lini bisnis pertambangan emas.

Masing-masing unit usaha, yaitu: Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan, Pertambangan Batu Bara, Pertambangan Emas dan Industri Konstruksi secara berturut-turut memberikan kontribusi sebesar 30%, 42%, 16%, 8% dan 4% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian.

Segmen Usaha Mesin Konstruksi 

Segmen usaha Mesin Konstruksi mencatat peningkatan penjualan alat berat Komatsu sebesar 1% menjadi 1.181 unit, dibandingkan dengan 1.171 unit pada triwulan pertama tahun 2018. Komatsu mampu mempertahankan posisi sebagai market leader alat berat, dengan pangsa pasar domestik sebesar 38 (berdasarkan riset pasar internal). Sementara itu, pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat meningkat sebesar 2% menjadi Rp2,2 triliun.  Sedangkan penjualan produk merek lainnya yaitu UD Trucks mengalami penurunan dari 202 unit menjadi 161 unit, dan penjualan produk Scania turun dari 266 unit menjadi 148 unit. Penurunan penjualan UD Trucks dan Scania karena pengaruh penurunan harga batu bara kalori rendah – menengah, dimana kedua produk tersebut banyak digunakan di sektor pertambangan.

Secara total, pendapatan bersih dari segmen usaha Mesin Konstruksi turun 2% menjadi sebesar Rp6,8 triliun dibandingkan Rp6,9 triliun pada periode yang sama tahun 2018.

Segmen Usaha Kontraktor Penambangan 

Bidang usaha Kontraktor Penambangan dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA). Sampai dengan bulan Maret 2019, PAMA membukukan peningkatan pendapatan bersih sebesar 20% menjadi Rp9,5 triliun. PAMA mencatat peningkatan volume produksi batu bara sebesar 14% dari 26,7 juta ton menjadi 30,5 juta ton, sementara itu volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) meningkat 13% dari 207,1 juta bcm menjadi 234,6 juta bcm.

Segmen Usaha Pertambangan Batu Bara 

Bidang usaha Pertambangan Batu Bara dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung. Total penjualan batu bara pada triwulan pertama tahun 2019 mencapai 2,5 juta ton termasuk 325 ribu ton batu bara kokas, turun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 sebesar 2,6 juta ton. Namun demikian, pendapatan unit usaha Pertambangan Batu Bara mencatat peningkatan sebesar 5% menjadi Rp3,6 triliun dikarenakan meningkatnya kontribusi penjualan batu bara kokas.

Segmen Usaha Pertambangan Emas 

Pertambangan emas dijalankan oleh PT Agincourt Resources yang mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Sampai dengan bulan Maret 2019 total penjualan emas dari Martabe Gold Mine sebanyak 97,000 ons, sedangkan pendapatan bersih unit usaha Pertambangan Emas sampai dengan bulan Maret 2019 sebesar Rp1,9 triliun.

Segmen Usaha Industri Konstruksi 

Bidang usaha Industri Konstruksi dijalankan melalui PT Acset Indonusa Tbk (ACSET). Sepanjang triwulan pertama tahun 2018, ACSET membukukan pendapatan bersih sebesar Rp802 miliar dari sebelumnya sebesar Rp734 miliar pada periode yang sama tahun 2018. Namun demikian, ACSET mencatat rugi bersih sebesar Rp91 miliar, dari sebelumnya mencatat laba bersih sebesar Rp39 miliar pada periode yang sama di tahun 2018. Hal ini dikarenakan adanya perubahan dalam proyek yang sedang berjalan yang berakibat pada pengakuan kenaikan biaya konstruksi dan biaya keuangan atas proyek berjalan tersebut. Nilai kontrak baru yang diperoleh ACSET pada triwulan pertama tahun 2019 mencapai Rp59 miliar.

Segmen Usaha Energi 

PT Bhumi Jati Power (BJP) yang 25% sahamnya dimiliki oleh anak perusahaan Perseroan saat ini sedang mengembangkan pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 2×1.000 MW di Jepara, Jawa Tengah. Hingga kuartal pertama tahun 2019, progres pembangunan konstruksi proyek ini telah mencapai 64% dan dijadwalkan akan memulai operasi secara komersial pada tahun 2021. BJP merupakan perusahaan patungan bersama antara anak usaha Perseroan, Sumitomo Corporation dan Kansai Electric Power Co Inc.

News Attachment:

PT United Tractors Tbk Membagikan Dividen Tunai untuk Tahun Buku 2018 Sebesar Rp4,5 Triliun atau Rp1.193 per Saham

JAKARTA: Pada hari Selasa, 16 April 2019 PT United Tractors Tbk (“Perseroan”) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) Tahun 2019, bertempat di Grand Ballroom United Tractors, Jakarta.

RUPST tersebut telah mengambil keputusan-keputusan, yang secara ringkas adalah sebagai berikut:

1.     Menyetujui dan menerima baik Laporan Tahunan Perseroan untuk Tahun Buku 2018, termasuk mengesahkan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan, dan mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak untuk Tahun Buku 2018 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, sebagaimana dimuat dalam laporannya tertanggal 25 Februari 2019, dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material.

2.     Menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan yang mencapai Rp11,1 triliun dengan rincian sebagai berikut:

  • dibagikan sebagai dividen tunai sebesar Rp1.193 setiap saham atau seluruhnya berjumlah Rp4,5 triliun, termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp365 setiap saham atau seluruhnya berjumlah Rp1,4 triliun yang telah dibayarkan pada tanggal 22 Oktober 2018, sehingga sisanya sebesar Rp828 setiap saham atau seluruhnya berjumlah Rp3,1 triliun akan dibagikan kepada Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 30 April 2019 pukul 16.00 WIB dan akan dibayarkan kepada Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 17 Mei 2019.
  • sisanya dibukukan sebagai laba ditahan.

3.     a.   Mengangkat anggota Dewan Komisaris Perseroan untuk masa jabatan 2019-2021 dengan susunan sebagai berikut:

Presiden Komisaris                   : Bapak Prijono Sugiarto

Wakil Presiden Komisaris          : Bapak Gidion Hasan

Komisaris                                 : Bapak Djoko Pranoto Santoso

Komisaris                                 : Bapak Djony Bunarto Tjondro

Komisaris Independen               : Bapak Buntoro Muljono

Komisaris Independen               : Bapak Nanan Soekarna

b.   Mengangkat anggota Direksi Perseroan untuk masa jabatan 2019-2021 dengan susunan sebagai berikut:

Presiden Direktur                       : Bapak Frans Kesuma

Direktur                                     : Bapak Iman Nurwahyu

Direktur                                     : Bapak Loudy Irwanto Ellias

Direktur                                     : Bapak Iwan Hadiantoro

Direktur                                     : Bapak Idot Supriadi

Direktur                                     : Bapak Edhie Sarwono

4.     Memberikan kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menetapkan gaji dan tunjangan anggota Direksi, dengan memperhatikan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan; serta menetapkan pemberian gaji atau honorarium dan tunjangan Dewan Komisaris Perseroan untuk masa jabatan 2019-2020.

5.     Menunjuk Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (anggota jaringan firma PricewaterhouseCoopers) yang merupakan kantor akuntan publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan audit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun buku 2019.

Menetapkan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan Perihal Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha, Guna Memenuhi Ketentuan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2018 Tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik.

News Attachment: