PT United Tractors Tbk Membagikan Dividen Tunai untuk Tahun Buku 2020 Sebesar Rp2,4 Triliun

PT United Tractors Tbk Membagikan Dividen Tunai untuk Tahun Buku 2020 Sebesar Rp2,4 Triliun

09 April 2021 – Jakarta

JAKARTA: Pada hari Jumat, 09 April 2021 PT United Tractors Tbk (“Perseroan”) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) Tahun 2021, bertempat di Catur Dharma Hall Menara Astra, Jakarta.

RUPST tersebut telah mengambil keputusan-keputusan, yang secara ringkas adalah sebagai berikut:

1. Menyetujui dan menerima baik Laporan Tahunan Perseroan untuk Tahun Buku 2020, termasuk mengesahkan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan, dan mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak untuk Tahun Buku 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, sebagaimana dimuat dalam laporannya tertanggal 19 Februari 2021, dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material.

2. Menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan yang mencapai Rp6,0 triliun dengan rincian sebagai berikut:

    • dibagikan sebagai dividen tunai sebesar Rp644 setiap saham atau seluruhnya berjumlah Rp2,4 triliun, termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp171 setiap saham atau seluruhnya berjumlah Rp637 miliar yang telah dibayarkan pada tanggal 20 Oktober 2020, sehingga sisanya sebesar Rp473 setiap saham atau seluruhnya berjumlah Rp1,8 triliun akan dibagikan kepada Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 21 April 2021 pukul 16.00 WIB dan akan dibayarkan kepada Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 11 Mei 2021,
    • sisanya dibukukan sebagai laba ditahan.

3. a. Mengangkat anggota Dewan Komisaris Perseroan untuk masa jabatan 2021-2023 dengan susunan sebagai berikut:

Presiden Komisaris : Bapak Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Bapak Gidion Hasan
Komisaris : Bapak Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Bapak Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Bapak Paulus Bambang Widjanarko
Komisaris Independen : Bapak Nanan Soekarna

b. Mengangkat anggota Direksi Perseroan untuk masa jabatan 2021-2023 dengan susunan sebagai berikut:

Presiden Direktur : Bapak Frans Kesuma
Direktur : Bapak Iman Nurwahyu
Direktur : Bapak Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Bapak Iwan Hadiantoro
Direktur : Bapak Idot Supriadi
Direktur : Bapak Edhie Sarwono

4. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menetapkan gaji dan tunjangan anggota Direksi, dengan memperhatikan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan; serta menetapkan pemberian gaji atau honorarium dan tunjangan Dewan Komisaris Perseroan untuk masa jabatan 2021-2022.

5. Menunjuk Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan yang merupakan kantor akuntan publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, untuk melakukan audit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun buku 2021.

6. Menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan guna memenuhi ketentuan peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 15/POJK.04/2021 tentang Rencana dan Penyelenggaran Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 16/POJK.04/2021 tentang Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka Secara Elektronik.

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan menghubungi:

Corporate Secretary    : Sara Loebis

Email                           : ir@unitedtractors.com

Address                       : Jl. Raya Bekasi Km.22 Cakung, Jakarta Timur 1310

Phone                         : (62-21) 24579999, Fax: (62-21) 4600655

United Tractors Membukukan Laba Bersih Tahun 2020 Sebesar Rp6,0 Triliun

United Tractors Membukukan Laba Bersih Tahun 2020 Sebesar Rp6,0 Triliun

25 Februari 2021 – Jakarta

PT United Tractors Tbk (”Perseroan”) telah mengumumkan Laporan Keuangan Konsolidasian tahun 2020 pada hari ini. Pandemi COVID-19 dan penurunan harga batu bara telah mempengaruhi kinerja Perseroan secara keseluruhan. Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp60,3 triliun atau turun sebesar 29% dari Rp84,4 triliun pada tahun 2019. Sejalan dengan penurunan pendapatan bersih, laba bersih Perseroan turun 47% menjadi Rp6,0 triliun dari sebelumnya sebesar Rp11,3 triliun.

Masing-masing segmen usaha, yaitu: Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan, Pertambangan Batu Bara, Pertambangan Emas dan Industri Konstruksi secara berturut-turut memberikan kontribusi sebesar 22%, 48%, 16%, 12% dan 2% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian.

Segmen Usaha Mesin Konstruksi
Segmen usaha Mesin Konstruksi mencatat penurunan penjualan alat berat Komatsu sebesar 47% menjadi 1.564 unit, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2.926 unit. Turunnya harga komoditas dan penurunan aktivitas di semua sektor pengguna alat berat berdampak pada penurunan permintaan alat berat. Pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat juga mengalami penurunan sebesar 34% menjadi sebesar Rp6,0 triliun. Berdasarkan riset pasar internal, Komatsu tetap mampu mempertahankan posisinya sebagai market leader alat berat, dengan pangsa pasar domestik sebesar 29%.

Penjualan UD Trucks mengalami penurunan dari 420 unit menjadi 224 unit serta penjualan produk Scania turun dari 432 unit menjadi 217 unit. Secara total, pendapatan bersih dari segmen usaha Mesin Konstruksi turun 41% menjadi sebesar Rp13,4 triliun dibandingkan Rp22,6 triliun pada tahun 2019.

Segmen Usaha Kontraktor Penambangan
Segmen usaha Kontraktor Penambangan dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA). Pada tahun 2020, Kontraktor Penambangan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp29,2 triliun atau turun 26% dari Rp39,3 triliun pada tahun 2019. PAMA mencatat penurunan volume produksi batu bara sebesar 13% dari 131,2 juta ton menjadi 114,6 juta ton dan volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) turun 17% dari 988,9 juta bcm menjadi 825,0 juta bcm.

Segmen Usaha Pertambangan Batu Bara
Segmen usaha Pertambangan Batu Bara dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (TTA). Sampai dengan bulan Desember 2020 total penjualan batu bara mencapai 9,3 juta ton, termasuk di dalamnya 1,9 juta ton batu bara kokas, atau meningkat 9% apabila dibandingkan dengan tahun 2019 sebesar 8,5 juta ton. Namun demikian, pendapatan segmen usaha Pertambangan Batu Bara turun 11% menjadi Rp9,5 triliun dikarenakan penurunan rata-rata harga jual batu bara.

Segmen Usaha Pertambangan Emas
Segmen usaha Pertambangan Emas dijalankan oleh PT Agincourt Resources (PTAR) yang mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Pada tahun 2020, total penjualan setara emas dari Martabe mencapai 320 ribu ons atau turun 22% dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak 410 ribu ons. Segmen usaha Pertambangan Emas membukukan pendapatan bersih sebesar Rp7,0 triliun atau turun 12% dari Rp7,9 triliun. Rata-rata harga jual terealisasi untuk emas setelah hedging adalah sebesar USD1.465 per ons, dibandingkan USD1.369 per ons pada tahun 2019.

Segmen Usaha Industri Konstruksi
Segmen usaha Industri Konstruksi dijalankan oleh PT Acset Indonusa Tbk (ACSET). Pada tahun 2020, Industri Konstruksi membukukan pendapatan bersih sebesar Rp1,2 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp3,9 triliun pada tahun 2019. ACSET membukukan rugi bersih sebesar Rp1,3 triliun yang disebabkan oleh perlambatan pekerjaan beberapa proyek yang sedang berlangsung dan berkurangnya peluang memperoleh kontrak baru akibat dampak pandemi COVID-19.

Segmen Usaha Energi
PT Bhumi Jati Power (BJP) yang 25% sahamnya dimiliki oleh anak perusahaan Perseroan saat ini sedang membangun pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 2×1.000 MW di Jepara, Jawa Tengah. Hingga bulan Desember 2020, progres pembangunan konstruksi proyek ini telah mencapai 97%. BJP merupakan perusahaan patungan bersama antara anak usaha Perseroan, Sumitomo Corporation dan Kansai Electric Power Co Inc.

 

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan menghubungi:

Corporate Secretary : Sara Loebis

Email : ir@unitedtractors.com

Address : Jl. Raya Bekasi Km.22 Cakung, Jakarta Timur 1310

Phone : (62-21) 24579999, Fax: (62-21) 4600655

 

United Tractors Memperoleh Apresiasi Pendidikan Vokasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

United Tractors Memperoleh Apresiasi Pendidikan Vokasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

Jakarta, 21 Desember 2020 – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dirjen Pendidikan Vokasi memberikan apresiasi kepada PT United Tractors Tbk (UT) yang telah berkomitmen mendukung program link and match dengan Pendidikan Vokasi. Apresiasi ini diberikan dalam acara Indonesia Vocational Outlook 2020 bertempat di Jakarta.

Apresiasi Pendidikan Vokasi ini diberikan guna mewujudkan pendidikan kejuruan atau vokasi di Indonesia agar menjadi lebih baik lagi. Selain UT, terdapat 41 perusahaan lainnya yang menerima penghargaan ini. Dalam sambutan pembukaan, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI, Wikan Sakarinto, menyampaikan bahwa mempersiapkan SDM yang kompeten dan unggul merupakan investasi terbaik bagi masa depan Indonesia. Oleh karena itu penting untuk melakukan link and match antara pendidikan vokasi dan dunia usaha serta industri.

Komitmen UT untuk mendukung Pendidikan Vokasi terlaksana melalui program Sekolah Binaan United Tractors (SOBAT) yang dimulai sejak tahun 2008. Fokus pengembangan yang UT lakukan bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah melakukan peningkatan kompetensi guru dan siswa dengan memberikan pelatihan, magang, uji kompetensi, serta sertifikasi kompetensi. Selain itu UT juga melakukan pendampingan untuk memperkuat sistem manajemen di sekolah agar sesuai dengan Industri dan Dunia Kerja (IDUKA), melakukan standardisasi ruang kelas, workshop, hingga membangun safety center di beberapa sekolah.

Dengan adanya apresiasi ini diharapkan semakin banyak lagi dunia usaha dan industri yang berkomitmen untuk meningkatkan Pendidikan Vokasi di Indonesia.

Sekilas Tentang United Tractors

PT United Tractors Tbk (UT) yang dikenal sebagai distributor alat berat terbesar di Indonesia telah menjadi perusahaan publik dan telah berdiri sejak tahun 1972. Saat ini UT telah berkembang dan memiliki lima pilar bisnis, yaitu Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan, Pertambangan, Industri Konstruksi dan Energi. Sebagai salah satu kontribusi UT terhadap pencapaian sasaran pembangunan berkelanjutan (SDGs), UT secara konsisten melaksanakan program pendidikan dengan sebutan United Tractors for Education and Bright Future (UTFUTURE).

United Tractors Membukukan Laba Bersih Sampai Triwulan Ketiga Tahun 2020 Sebesar Rp5,3 Triliun

Senin, 26 Oktober 2020

 

PT United Tractors Tbk (”Perseroan”) pada hari ini mengumumkan Laporan Keuangan Konsolidasian sampai triwulan ketiga tahun 2020. Pandemi COVID-19 dan penurunan harga batu bara telah mempengaruhi kinerja Perseroan secara keseluruhan. Sampai dengan bulan September 2020, Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp46,5 triliun atau turun sebesar 29% dari Rp65,6 triliun pada periode yang sama tahun 2019. Sejalan dengan penurunan pendapatan bersih, laba bersih Perseroan turun 38% menjadi Rp5,3 triliun dari sebelumnya sebesar Rp8,6 triliun.

 

Masing-masing segmen usaha, yaitu: Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan, Pertambangan Batu Bara, Pertambangan Emas dan Industri Konstruksi secara berturut-turut memberikan kontribusi sebesar 22%, 48%, 16%, 12% dan 2% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian.

 

Segmen Usaha Mesin Konstruksi

Segmen usaha Mesin Konstruksi mencatat penurunan penjualan alat berat Komatsu sebesar 54% menjadi 1.191 unit, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2.568 unit. Turunnya harga komoditas dan penurunan aktivitas di semua sektor berdampak pada penurunan permintaan alat berat. Pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat juga mengalami penurunan sebesar 31% menjadi sebesar Rp4,7 triliun. Berdasarkan riset pasar internal, Komatsu tetap mampu mempertahankan posisinya sebagai market leader alat berat, dengan pangsa pasar domestic sebesar 31%.

 

Penjualan UD Trucks mengalami penurunan dari 387 unit menjadi 154 unit, dan penjualan produk Scania turun dari 382 unit menjadi 129 unit. Secara total, pendapatan bersih dari segmen usaha Mesin Konstruksi turun 43% menjadi sebesar Rp10,3 triliun dibandingkan Rp18,2 triliun pada periode yang sama tahun 2019.

 

Segmen Usaha Kontraktor Penambangan

Segmen usaha Kontraktor Penambangan dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA). Sampai dengan bulan September 2020, Kontraktor Penambangan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp22,1 triliun atau turun 26% dari Rp30,0 triliun pada periode yang sama pada tahun 2019. Sementara itu, PAMA mencatat penurunan volume produksi batu bara sebesar 12% dari 96,5 juta ton menjadi 85,3 juta ton dan volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) turun 16% dari 749,8 juta bcm menjadi 630,8 juta bcm.

 

Segmen Usaha Pertambangan Batu Bara

Segmen usaha Pertambangan Batu Bara dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (TTA). Sampai dengan bulan September 2020 total penjualan batu bara mencapai 7,1 juta ton, termasuk di dalamnya 1,2 juta ton batu bara kokas, atau meningkat 11% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 sebesar 6,5 juta ton. Namun demikian, pendapatan segmen usaha Pertambangan Batu Bara turun 11% menjadi Rp7,5 triliun dikarenakan penurunan rata-rata harga jual batu bara.

 

Segmen Usaha Pertambangan Emas

Segmen usaha Pertambangan Emas dijalankan oleh PT Agincourt Resources (PTAR) yang mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Sampai dengan bulan September 2020, total penjualan setara emas dari Martabe mencapai 256 ribu ons atau turun 16% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 sebanyak 306 ribu ons. Segmen usaha Pertambangan Emas membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,5 triliun atau turun 6% dari Rp5,9 triliun. Rata-rata harga jual terealisasi untuk emas adalah sebesar USD1.482 per ons, dibandingkan USD1.354 per ons pada periode yang sama tahun 2019.

 

Segmen Usaha Industri Konstruksi

Segmen usaha Industri Konstruksi dijalankan oleh PT Acset Indonusa Tbk (ACSET). Sampai dengan bulan September 2020, Industri Konstruksi membukukan pendapatan bersih sebesar Rp958 miliar, dari sebelumnya sebesar Rp3,1 triliun. ACSET membukukan rugi bersih sebesar Rp753 miliar yang disebabkan oleh perlambatan pekerjaan beberapa proyek yang sedang berlangsung dan berkurangnya peluang memperoleh kontrak baru akibat dampak pandemi COVID-19.

 

Segmen Usaha Energi

PT Bhumi Jati Power (BJP) yang 25% sahamnya dimiliki oleh anak perusahaan Perseroan saat ini sedang membangun pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 2×1.000 MW di Jepara, Jawa Tengah. Hingga triwulan ketiga tahun 2020, progres pembangunan konstruksi proyek ini telah mencapai 95% dan dijadwalkan akan memulai operasi secara komersial pada akhir tahun 2021. BJP merupakan perusahaan patungan bersama antara anak usaha Perseroan, Sumitomo Corporation dan Kansai Electric Power Co Inc. 

United Tractors Serahkan Bantuan Ventilator Untuk Penanganan Pandemi COVID-19 Kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur

United Tractors Serahkan Bantuan Ventilator Untuk Penanganan Pandemi COVID-19 Kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur

Selasa, 22 September 2020

 

PT United Tractors Tbk (UT) melalui program Nurani Astra “Berbagi Untuk Negeri”, menyerahkan bantuan 8 (delapan) unit ventilator kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk membantu penanganan pandemi COVID-19. Bantuan ventilator diserahkan oleh Bapak Setiawan sebagai Branch Operation Head UT Cabang Surabaya kepada Ibu Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. selaku Gubernur Provinsi Jawa Timur bertempat di Kantor Pusat Pemerintah Jawa Timur dengan menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditentukan.  Bantuan ventilator ini merupakan 8 unit dari total 13 ventilator yang diserahkan UT bagi 4 Provinsi yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Barat dan Sulawesi Utara, dan merupakan bagian dari bantuan tahap kelima Nurani Astra yaitu penyaluran 50 ventilator ke 18 provinsi.

Pada tahap pertama di bulan April 2020, UT Group telah melakukan penyerahan bantuan penanggulangan COVID-19 ke rumah sakit rujukan COVID-19, instansi pemerintah dan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia dimana UT Group beroperasi. Adapun total bantuan yang telah disalurkan ke rumah sakit adalah 4.400 hazmat, 2.000 masker N95, 33.500 surgical mask, 400 box sarung tangan medis, 10.000 surgical cap dan hand sanitizer. Sementara bantuan yang diserahkan ke instansi pemerintah berupa 9.300 masker kain, 560 sabun cuci tangan, 172 wastafel portable, alat penyemprot disinfektan, cairan disinfektan dan termometer termal.

Paket sembako juga telah diserahkan kepada masyarakat terdampak pandemi COVID-19 yang berada di sekitar area operasional perusahaan. Total 24.200 paket sembako telah didistribusikan ke sejumlah masyarakat di sekitar area operasional UT Group seperti Adaro, Banjarmasin, Jambi, Lampung, Manado, Medan, Padang, Pekanbaru, Rantau, Samarinda, Satui, Semarang, Soroako, Mataram, Tarakan, Bontang, Sangatta, Muara Lawa, Balikpapan, Makassar, Bengalon, Sorong, Jayapura, Batukajang, Pontianak, Sampit, Surabaya dan Jakarta.

UT Group berharap agar bantuan penanganan COVID-19 yang telah diberikan kepada masyarakat, rumah sakit dan instansi pemerintah dapat mendukung dan meringankan beban banyak pihak yang terdampak oleh pandemi COVID-19 saat ini.

Sekilas Tentang United Tractors

PT United Tractors Tbk (UT) yang dikenal sebagai distributor alat berat terbesar di Indonesia telah berdiri sejak tahun 1972. Saat ini UT memiliki lima pilar bisnis, yaitu Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan, Pertambangan Batu Bara dan Emas, Industri Konstruksi serta Energi. Sebagai salah satu kontribusi UT terhadap pencapaian sasaran pembangunan berkelanjutan (SDGs), UT secara konsisten melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta tanggap darurat bencana.