United Tractors Serahkan Bantuan Ventilator Untuk Penanganan Pandemi COVID-19 Kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara

United Tractors Serahkan Bantuan Ventilator Untuk Penanganan Pandemi COVID-19 Kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara

Senin, 14 September 2020

 

 

PT United Tractors Tbk (UT) melalui program Nurani Astra “Berbagi Untuk Negeri”, menyerahkan bantuan 2 unit ventilator kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, untuk membantu penanganan pandemi COVID-19. Bantuan ventilator diserahkan kepada Bp Olly Dondokambey, S.E selaku Gubernur provinsi Sulawesi Utara. Acara ini berlokasi di kediaman Gubernur yang dihadiri oleh Bpk Leonardus Benny sebagai Branch Operation Head UT Cabang Manado dengan menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditentukan.  Bantuan ventilator ini merupakan 2 unit dari total 13 unit ventilator yang diserahkan UT ke 4 Provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat dan Sulawesi Utara dan merupakan bagian dari bantuan tahap kelima Nurani Astra yaitu penyaluran 50 ventilator ke 18 provinsi.

Pada tahap pertama di bulan April 2020, UT Group telah melakukan penyerahan bantuan penanggulangan COVID-19 ke rumah sakit rujukan COVID-19, instansi pemerintah dan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia dimana UT Group beroperasi. Adapun total bantuan yang telah disalurkan ke rumah sakit adalah 4.400 hazmat, 2.000 masker N95, 33.500 surgical mask, 400 box sarung tangan medis, 10.000 surgical cap dan hand sanitizer. Sementara bantuan yang diserahkan ke instansi pemerintah berupa 9.300 masker kain, 560 sabun cuci tangan, 172 wastafel portable, alat penyemprot disinfektan, cairan disinfektan dan termometer thermal.

Paket sembako juga telah diserahkan kepada masyarakat terdampak pandemi COVID-19 yang berada di sekitar area operasional perusahaan. Total 24.200 paket sembako telah didistribusikan ke sejumlah masyarakat di sekitar area operasional UT Group seperti Adaro, Banjarmasin, Jambi, Lampung, Manado, Medan, Padang, Pekanbaru, Rantau, Samarinda, Satui, Semarang, Soroako, Mataram, Tarakan, Bontang, Sangatta, Muara Lawa, Balikpapan, Makassar, Bengalon, Sorong, Jayapura, Batukajang, Pontianak, Sampit, Surabaya dan Jakarta.

UT Group berharap agar bantuan penanganan COVID-19 yang telah diberikan kepada masyarakat, rumah sakit dan instansi pemerintah dapat mendukung dan meringankan beban banyak pihak yang terdampak oleh pandemi COVID-19 saat ini.

Sekilas Tentang United Tractors

PT United Tractors Tbk (UT) yang dikenal sebagai distributor alat berat terbesar di Indonesia telah berdiri sejak tahun 1972. Saat ini UT memiliki lima pilar bisnis, yaitu Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan, Pertambangan Batu Bara dan Emas, Industri Konstruksi serta Energi. Sebagai salah satu kontribusi UT terhadap pencapaian sasaran pembangunan berkelanjutan (SDGs), UT secara konsisten melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta tanggap darurat bencana.

United Tractors Membukukan Laba Bersih Semester Pertama Tahun 2020 Sebesar Rp4,1 Triliun

29 Juli 2020 – Jakarta

 

PT United Tractors Tbk (”Perseroan”) pada hari ini mengumumkan Laporan Keuangan Konsolidasian untuk semester pertama tahun 2020. Pandemi COVID-19 dan penurunan harga batu bara berdampak pada pasar domestik dan berimbas pada semua segmen usaha Perseroan. Dalam laporan keuangan yang disampaikan, Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp33,2 triliun atau turun sebesar 23% dibandingkan dengan semester pertama tahun 2019 sebesar Rp43,3 triliun. Sejalan dengan penurunan pendapatan bersih, laba bersih Perseroan turun 28% menjadi Rp4,1 triliun dari sebelumnya sebesar Rp5,7 triliun.

 

Masing-masing segmen usaha, yaitu: Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan, Pertambangan Batu Bara, Pertambangan Emas dan Industri Konstruksi secara berturut-turut memberikan kontribusi sebesar 22%, 46%, 18%, 12% dan 2% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian.

 

Segmen Usaha Mesin Konstruksi

Segmen usaha Mesin Konstruksi mencatat penurunan penjualan alat berat Komatsu sebesar 56% menjadi 853 unit, dibandingkan dengan 1.917 unit pada semester pertama tahun 2019. Turunnya harga komoditas dan pembatasan sosial berskala besar berdampak pada penurunan aktivitas di semua sector pengguna alat berat yang menyebabkan berkurangnya permintaan alat berat. Pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat juga turun sebesar 25% menjadi sebesar Rp3,3 triliun. Berdasarkan riset pasar internal, Komatsu tetap mampu mempertahankan posisinya sebagai market leader alat berat, dengan pangsa pasar domestik sebesar 33%. 

 

Penjualan UD Trucks mengalami penurunan dari 302 unit menjadi 94 unit, dan penjualan produk Scania turun dari 291 unit menjadi 100 unit. Secara total, pendapatan bersih dari segmen usaha Mesin Konstruksi turun 40% menjadi sebesar Rp7,3 triliun dibandingkan Rp12,1 triliun pada periode yang sama tahun 2019. 

 

Segmen Usaha Kontraktor Penambangan

Segmen usaha Kontraktor Penambangan dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA). Sampai dengan bulan Juni 2020, Kontraktor Penambangan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp15,1 triliun atau turun 22% dari Rp19,3 triliun pada periode yang sama pada tahun 2019. Sementara itu, PAMA mencatat penurunan volume produksi batu bara sebesar 8% dari 60,8 juta ton menjadi 55,9 juta ton dan volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) turun 10% dari 469,2 juta bcm menjadi 420,3 juta bcm. 

 

Segmen Usaha Pertambangan Batu Bara   Segmen usaha Pertambangan Batu Bara dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (TTA). Sampai dengan bulan Juni 2020 total penjualan batu bara mencapai 5,6 juta ton, termasuk di dalamnya 869 ribu ton batu bara kokas, atau meningkat 14% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 sebesar 4,9 juta ton. Namun demikian, pendapatan segmen usaha Pertambangan Batu Bara turun 11% menjadi Rp6,1 triliun dikarenakan penurunan ratarata harga jual batu bara.

 

Segmen Usaha Pertambangan Emas

Segmen usaha Pertambangan Emas dijalankan oleh PT Agincourt Resources (PTAR) yang mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Sampai dengan bulan Juni 2020, total penjualan setara emas dari Martabe adalah sebanyak 185,6 ribu ons dengan pendapatan bersih sebesar Rp4,0 triliun, meningkat 11% dari Rp3,6 triliun pada periode yang sama tahun 2019. Rata-rata harga jual terealisasi untuk emas sebesar USD1.498 per ons, dibandingkan USD1.315 per ons pada periode yang sama tahun lalu.

 

Segmen Usaha Industri Konstruksi

Segmen usaha Industri Konstruksi dijalankan oleh PT Acset Indonusa Tbk (ACSET). Sampai dengan bulan Juni 2020, Industri Konstruksi membukukan pendapatan bersih sebesar Rp746 miliar, turun dari sebelumnya sebesar Rp1,5 triliun pada periode yang sama tahun 2019. ACSET membukukan rugi bersih sebesar Rp252 miliar turun dibandingkan rugi bersih pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp404 miliar. Pandemi Covid 19 telah berdampak pada penundaan pekerjaan proyek yang sedang berlangsung maupun pembukuan kontrak baru sehingga berdampak terhadap kinerja ACSET. Namun demikian, ACSET membukukan rugi bersih lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu karena penurunan beban keuangan (finance cost) terutama dari proyek Contractor Pre Financing (CPF).

 

Segmen Usaha Energi

PT Bhumi Jati Power (BJP) yang 25% sahamnya dimiliki oleh anak perusahaan Perseroan saat ini sedang membangun pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 2×1.000 MW di Jepara, Jawa Tengah. Hingga semester pertama tahun 2020, progres pembangunan konstruksi proyek ini telah mencapai 94% dan dijadwalkan akan memulai operasi secara komersial pada tahun 2021. BJP merupakan perusahaan patungan bersama antara anak usaha Perseroan, Sumitomo Corporation dan Kansai Electric Power Co Inc.

PT United Tractors Tbk Membagikan Dividen Tunai untuk Tahun Buku 2019 Sebesar Rp4,5 Triliun atau Rp1.213 per Saham

Kamis, 11 Juni 2020

JAKARTA: Pada hari Kamis, 11 Juni 2020 PT United Tractors Tbk (“Perseroan”) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) Tahun 2019, bertempat di Catur Dharma Hall Menara Astra, Jakarta.

RUPST tersebut telah mengambil keputusan-keputusan, yang secara ringkas adalah sebagai berikut:

1. Menyetujui dan menerima baik Laporan Tahunan Perseroan untuk Tahun Buku 2019, termasuk mengesahkan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan, dan mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak untuk Tahun Buku 2019 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, sebagaimana dimuat dalam laporannya tertanggal 21 Februari 2020, dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material.

2. Menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan yang mencapai Rp11,3 triliun dengan rincian sebagai berikut:

  • dibagikan sebagai dividen tunai sebesar Rp1.213 setiap saham atau seluruhnya berjumlah Rp4,5 triliun, termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp408 setiap saham atau seluruhnya berjumlah Rp1,5 triliun yang telah dibayarkan pada tanggal 23 Oktober 2019, sehingga sisanya sebesar Rp805 setiap saham atau seluruhnya berjumlah Rp3,0 triliun akan dibagikan kepada Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 23 Juni 2020 pukul 16.00 WIB dan akan dibayarkan kepada Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 3 Juli 2020. 
  • sisanya dibukukan sebagai laba ditahan

3. a.   Menerima dengan baik pengunduran diri Bapak Prijono Sugiarto sebagai Presiden Komisaris Perseroan;

b.   Mengangkat Bapak Djony Bunarto Tjondro sebagai Presiden Komisaris Perseroan yang baru menggantikan Bapak Prijono Sugiarto dan mengangkat Bapak Benjamin Herrenden Birks sebagai Komisaris Perseroan yang baru. Dengan demikian, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris:

Presiden Komisaris                   : Bapak  Djony Bunarto Tjondro

Wakil Presiden Komisaris          : Bapak Gidion Hasan

Komisaris                                 : Bapak Djoko Pranoto Santoso

Komisaris                                 : Bapak Benjamin Herrenden Birks

Komisaris Independen               : Bapak Buntoro Muljono

Komisaris Independen               : Bapak Nanan Soekarna

 

Direksi:

Presiden Direktur                       : Bapak Frans Kesuma

Direktur                                     : Bapak Iman Nurwahyu

Direktur                                     : Bapak Loudy Irwanto Ellias

Direktur                                     : Bapak Iwan Hadiantoro

Direktur                                     : Bapak Idot Supriadi

Direktur                                     : Bapak Edhie Sarwono 

untuk masa jabatan terhitung sejak ditutupnya RUPST hari ini sampai dengan RUPST Perseroan yang akan diadakan pada tahun 2021.

4. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menetapkan gaji dan tunjangan anggota Direksi, dengan memperhatikan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan; serta menetapkan pemberian gaji atau honorarium dan tunjangan Dewan Komisaris Perseroan untuk masa jabatan 2020-2021.

5. Menunjuk Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (anggota dari jaringan global PriceWaterhouseCoopers) yang merupakan kantor akuntan publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan audit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun buku 2020.

United Tractors Membukukan Laba Bersih Triwulan Pertama Tahun 2020 Sebesar Rp1,8 Triliun

Senin, 27 April 2020

PT United Tractors Tbk (”Perseroan”) pada hari ini mengumumkan Laporan Keuangan Konsolidasian untuk triwulan pertama tahun 2020. Dalam laporan keuangan tersebut Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp18,3 triliun atau turun sebesar 19% dibandingkan dengan triwulan pertama tahun 2019 sebesar Rp22,6 triliun. Hal ini dikarenakan adanya perlambatan ekonomi global dan melemahnya harga batu bara, sehingga berdampak pada pasar domestik dan membawa tantangan bagi lini bisnis Perseroan. Ditambah adanya kerugian nilai tukar mata uang asing, membuat laba bersih yang dibukukan Perseroan turun 40% menjadi Rp1,8 triliun dari sebelumnya sebesar Rp3,1 triliun.

Masing-masing segmen usaha, yaitu: Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan, Pertambangan Batu Bara, Pertambangan Emas dan Industri Konstruksi secara berturut-turut memberikan kontribusi sebesar 24%, 45%, 18%, 11% dan 3% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian.

Segmen Usaha Mesin Konstruksi
Segmen usaha Mesin Konstruksi mencatat penurunan penjualan alat berat Komatsu sebesar 48% menjadi 617 unit, dibandingkan dengan 1.181 unit pada triwulan pertama tahun 2019. Penurunan tersebut disebabkan oleh melemahnya penjualan alat berat dari sektor pertambangan dan perkebunan. Pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat juga turun sebesar 21% menjadi sebesar Rp1,7 triliun. Berdasarkan riset pasar internal, Komatsu tetap mampu mempertahankan posisinya sebagai market leader alat berat, dengan pangsa pasar domestik sebesar 33%.

Penjualan UD Trucks mengalami penurunan dari 161 unit menjadi 73 unit, dan penjualan produk Scania turun dari 148 unit menjadi 64 unit. Penurunan penjualan UD Trucks dan Scania dikarenakan pengaruh penurunan harga batu bara dimana kedua produk tersebut banyak digunakan di sektor pertambangan. Secara total, pendapatan bersih dari segmen usaha Mesin Konstruksi turun 36% menjadi sebesar Rp4,3 triliun dibandingkan Rp6,8 triliun pada periode yang sama tahun 2019.

Segmen Usaha Kontraktor Penambangan
Bidang usaha Kontraktor Penambangan dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA). Sampai dengan bulan Maret 2020, PAMA membukukan pendapatan bersih sebesar Rp8,2 triliun atau turun 14% dari Rp9,5 triliun pada periode yang sama pada tahun 2019. Sementara itu, PAMA mencatat penurunan volume produksi batu bara sebesar 9% dari 30,6 juta ton menjadi 27,9 juta ton dan volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) turun 9% dari 234,3 juta bcm menjadi 212,2 juta bcm.

Segmen Usaha Pertambangan Batu Bara
Bidang usaha Pertambangan Batu Bara dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (TTA). Sampai dengan bulan Maret 2020 total penjualan batu bara mencapai 3,2 juta ton, termasuk di dalamnya 426 ribu ton batu bara kokas, atau meningkat 25% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 sebesar 2,5 juta ton. Namun demikian, pendapatan unit usaha Pertambangan BatuBara turun 7% menjadi Rp3,4 triliun dikarenakan penurunan rata-rata harga jual batu bara.

Segmen Usaha Pertambangan Emas
Pertambangan Emas dijalankan oleh PT Agincourt Resources (PTAR) yang mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Sampai dengan bulan Maret 2020, total penjualan setara emas dari Martabe adalah sebanyak 95 ribu ons, atau turun 9% dibandingkan 104 ribu ons di triwulan pertama tahun 2019, dengan pendapatan bersih sebesar Rp2,0 triliun. Rata-rata harga jual terealisasi untuk emas adalah USD1.448 per ons, dibandingkan USD1.306 per ons pada periode yang sama tahun 2019.

Segmen Usaha Industri Konstruksi
Bidang usaha Industri Konstruksi dijalankan oleh PT Acset Indonusa Tbk (ACSET). Sampai dengan bulan Maret 2020, ACSET membukukan pendapatan bersih sebesar Rp475 miliar, turun dari sebelumnya sebesar Rp802 miliar pada periode yang sama tahun 2019. ACSET juga mencatat rugi bersih sebesar Rp124 miliar dari sebelumnya mencatat rugi bersih sebesar Rp91 miliar pada periode yang sama tahun 2019. Hal ini dikarenakan bertambahnya biaya atas keterlambatan proyek berjalan dan peningkatan biaya keuangan akibat mundurnya penerimaan pembayaran proyek contractor pre-financing (CPF).

Segmen Usaha Energi
PT Bhumi Jati Power (BJP) yang 25% sahamnya dimiliki oleh anak perusahaan Perseroan saat ini sedang membangun pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 2×1.000 MW di Jepara, Jawa Tengah. Hingga triwulan pertama tahun 2020, progres pembangunan konstruksi proyek ini telah mencapai 92% dan dijadwalkan akan memulai operasi secara komersial pada tahun 2021. BJP merupakan perusahaan patungan bersama antara anak usaha Perseroan, Sumitomo Corporation dan Kansai Electric Power Co Inc.

Novendra Priasmoro Berhasil Meraih Grand Master Berkat Dukungan United Tractors

Novendra Priasmoro Berhasil Meraih Grand Master Berkat Dukungan United Tractors

Novendra Priasmoro berhasil menjadi GM ke-8 Indonesia. Setelah menunggu 16 tahun (terakhir Susanto Megaranto jadi GM tahun 2004) akhirnya Indonesia melahirkan seorang GM lagi. Hal ini terjadi pada babak 7 turnamen catur Liberec Open yang berlangsung di Liberec, Ceko, Kamis (27/2) malam setelah Novendra mencetak kemenangan beruntun untuk ketujuh kalinya dengan mengalahkan IM Klaudia Kulon (2335) dari Polandia. Novendra menang pada langkah 25 pembukaan Serangan Trompowsky.

Kemenangan tersebut selain memperkokoh dirinya sebagai pemimpin klasemen sementara dengan angka sempurna 7 poin, juga memastikan kebutuhan tambahan rating sebanyak 11 poin untuk memenuhi persyaratan rating GM sebesar 2500 terlampaui. Ia mendapat tambahan 2,9 poin lagi sehingga tabungan rating Novendra sudah mencapai 11,4 poin. Pertandingan masih dua babak lagi, Novendra menargetkan merebut 1,5 poin lagi untuk memastikannya keluar sebagai juara.

Keberhasilan Novendra dalam meraih Grand Master tidak lepas dari dukungan penuh PT United Tractors Tbk (UT) yang telah mensponsorinya melalui program UT Inspiring Youth sejak tahun 2018. Selama dua tahun, UT memberikan pelatihan intensif dengan mendatangkan pelatih asing, mengikutsertakan dalam kejuaraan-kejuaraan catur tingkat dunia, dan menyediakan pembekalan psikologi olah raga. Kali ini Novendra berhasil meraih gelar Grand Master sesuai dengan yang ditargetkan oleh UT. Selain Novendra, UT juga mendukung atlet catur berprestasi Aditya Bagus Arfan dan diharapkan untuk meraih predikat Grand Master pada akhir tahun 2024.

Sekilas Tentang United Tractors

PT United Tractors Tbk (UT) yang dikenal sebagai distributor alat berat terbesar di Indonesia telah berdiri sejak tahun 1972. Saat ini UT memiliki lima pilar bisnis, yaitu Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan, Pertambangan, Industri Konstruksi dan Energi. Sebagai salah satu kontribusi UT terhadap pencapaian sasaran pembangunan berkelanjutan (SDGs), UT secara konsisten melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta tanggap darurat bencana.